Menyusuri Tradisi, Menguatkan Identitas!
Telusur Kultur adalah program pemetaan dan pendokumentasian budaya lokal yang didukung workshop, publikasi, digitalisasi, serta pembinaan desa budaya.
Kenali Tim Kami
Tim Telusur Kultur terdiri para peneliti, pendidik, relawan, dan pegiat budaya yang bekerja secara kolaboratif dalam menggali, mendokumentasikan, dan mempublikasikan nilai-nilai budaya lokal.
Dr(c). Listi Mora Rangkuti, S.S., M.Hum.
Dewan Pembina Riau Sastra
Dr. Wilda Srihastuty Handayani Piliang, S.Pd., M.Pd.
Editor in Chief Jurnal Sanggam
Dr. Roziah, M.A.
Dewan pakar Riau Sastra
FOKUS TELUSUR KULTUR
Fokus Telusur Kultur merangkum unsur budaya yang ditelusuri melalui observasi, interaksi, dan pendokumentasian lapangan untuk memahami praktik, nilai, dan identitas masyarakat.






Relawan Lapangan
Terlibat langsung dalam wawancara, observasi, dan pendokumentasian budaya di lokasi Telusur Kultur.
- Pengalaman riset budaya
- Sertifikat kegiatan
- Pelatihan dasar observasi & wawancara
- Jejaring dengan akademisi & tokoh budaya
Relawan Penulisan
Mengolah data lapangan menjadi tulisan: esai, laporan, puisi, cerpen, artikel, dan refleksi budaya.
- Bimbingan penulisan
- Kesempatan publikasi di Portal Telusur Kultur
- Sertifikat kontribusi
- Akses forum diskusi penulis
Relawan Digital
Membantu dokumentasi foto, video, audio, serta pengolahan konten digital untuk portal budaya.
- Pengalaman dokumentasi lapangan
- Akses pelatihan editing foto/video
- Portofolio dokumenter budaya
- Sertifikat kegiatan
Telusur Kultur sebagai wadah yang kuat untuk menghubungkan ilmu, budaya, dan masyarakat.
Azhar Gultom
Ketua Riau SastraTelusur Kultur membuka wawasan saya tentang betapa kayanya cerita dan tradisi masyarakat.
Afrizal Pak_Long
Sekretaris Riau SastraBertemu masyarakat, mendengar kisah, dan melihat budaya hidup dari dekat adalah pengalaman berharga.
Bustam Riau
Bendahara Riau SastraTelusur Kultur memperkaya literasi budaya dan membuka ruang riset yang lebih luas.
Iyai Susanti
Dewan PengawasKegiatan ini mengajarkan saya pentingnya mendokumentasikan budaya sebelum hilang.







